Loading...

Empat Pelaku Jaringan Senpi Ilegal Dibekuk Polisi

Sabtu : 10 April 2021 : 14:38:58 Editor: Ning Tiaz
Empat Pelaku Jaringan Senpi Ilegal Dibekuk Polisi
Senpi yang disita dari para tersangka

SENTRALONE.ID | BANYUWANGI - Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap jaringan senjata api (senpi) ilegal, empat orang sudah ditetapkan menjadi tersangka. Keempatnya kini harus mendekam di ruang tahanan Polresta Banyuwangi untuk keperluan pemeriksaan.

Keempatnya adalah NW (51) warga Kecamatan Giri, IPW (48) warga Kabupaten Buleleng, Bali, AW (33) warga Kecamatan Wongsorejo dan CS (66) warga Kecamatan Beji Kota Depok, Jawa Barat.

Keempatnya dipamerkan langsung oleh Kapolda Jawa Timur (Jatim), Irjen Nico Afinta diwakoli Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko dengan didampingi Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, di halaman Mapolresta Banyuwangi, Sabtu (10/4/2021).

Dari tangan keempatnya, polisi mengamankan berupa dua senpi modif jenis M16, satu senpi modif jenis Lee-Enfiend (LE), satu senpi modif jenis M16 singgle, satu senpi rev modif cis caliber 22mm, satu senpi jenis FN-Broning, satu pucuk senpi laras panjang cis caliber 22mm, ratusan butir amunisi kaliber berbagai ukuran, 18 lembar gambar panduan pembuatan senjata api, dan sejumlah mesin dan keperluan industri lainnya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, ini salah satu keberhasilan dari Polresta Banyuwangi dalam pengungkapan kasus di Kabupaten Banyuwangi.

Sehingga, Polda Jatim akan membackup dalam pengembangan kasus tersebut.

"Kami minta Polresta Banyuwangi lakukan pengembangan untuk menelusuri sejumlah barang yang sudah didistribusikan ke luar daerah," katanya.

Terbongkarnya kasus jaringan senpi ini, jelas Gatot, sejak Jumat (2/4/2021) sekitar pukul 15.00 Wib.

Bertempat di sebuah rumah yang ada di Desa Bonyolangu, Kecamatan Giri.

"Anggota Polresta Banyuwangi melakukan penggerebekan di salah satu home industri senpi modifikasi yang dilakukan tersangka NW," terangnya.

Dalam penggerebekan itu, masih kata Gatot, petugas menemukan sejumlah barang bukti (BB) yang digunakan untuk membuat senpi ilegal.

Dari hasil pengembangan, barulah polisi mengamankan tiga tersangka lainnya.

"Para pelaku memiliki peran di antaranya ada pemasok, pembuat, pendistribusi dan untuk motifnya sendiri mengaku kebutuhan ekonomi dan berburu," paparnya.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, dari tangan para pelaku didapati sejumlah pucuk senjata dan ratusan amunisi.

Bahkan, juga ada sejumlah peralatan mesin industri yang digunakannya.

"Ada satu tersangka lama yang membuat sejak tahun 2018 lalu," katanya.

Hasil produksi itu sendiri, jelas Arman, sudah ada yang didistribusikan ke luar Kabupaten Banyuwangi.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan pengembangan untuk menelusuri barang-barang tersebut.

"Kita masih dalam proses pengembangan, untuk memburu tersangka lainnya," tuturnya.

Tersangka tersebut, masih kata Arman, memang sengaja belajar membuat senpi. Mereka belajar sendiri dengan menggunakan buku panduan yang dimilikinya.

"Ada buku panduannya, makanya tersangka bisa memproduksi sendiri," ungkapnya.

Arman menambahkan, untuk adanya keterlibatan anggota atau tidak pihaknya masih menunggu hasil proses pengembangan selanjutnya.

Sedangkan keempatnya dikenakan pasal 1 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang undang-undang darurat.

"Tidak ada keterlibatan aksi terorisme. Keempatnya terancam hukuman seumur hidup atau mati," pungkasnya. (Ags)