Loading...

Uang 500 Juta Dibalik Assesment Narkoba, Ini Penjelasan Kombes Arman

Rabu : 21 April 2021 : 11:35:04 Editor: Heri Setiawan
Uang 500 Juta Dibalik Assesment Narkoba, Ini Penjelasan Kombes Arman
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin ketika memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolresta Banyuwangi, Selasa (20/4/2021). Foto : Agus/Sentralone.id

SENTRALONE.ID | BANYUWANGI - Tiga pelaku penyalahguna narkoba jenis sabu yang diamankan Polresta Banyuwangi dikabarkan "keluar" dari tahanan Mapolresta Banyuwangi.

Ketiga pelaku yang terdiri dari oknum Polsek Glagah inisial RS, oknum Kepala Desa Watukebo inisial MH, dan pengusaha baby lobster inisial WW dikabarkan mendapat "perlakuan khusus" dari Polresta Banyuwangi dengan dilakukan assesment di Surabaya.

Kepergian ketiga pelaku narkoba tersebut dikawal langsung Kasat Narkoba Polresta Banyuwangi Kompol Ponzi Indra.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin membenarkan kabar tersebut.

Kepada wartawan, Arman menjelaskan bahwa assesment itu menjadi hak setiap tersangka.

"Iya benar ketiga-nya sedang mengajukan assesment ke Surabaya dengan dikawal Kasat Narkoba dan beberapa anggotanya," kata Arman di Mapolresta Banyuwangi, Selasa (20/4/2021).

"Cuma waktunya hari ini (Selasa), besok (Rabu) mereka sudah harus kembali,” imbuh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara.

Ditanya terkait kabar adanya uang Rp.500 juta sebagai "pelicin" dalam mendapatkan assesment, Arman membantah kabar tersebut.

Arman menegaskan bahwa proses pengajuan assesment itu merupakan hak setiap tersangka pengguna narkoba, dan tidak ada biaya.

"Itu tidak ada (uang Rp.500 juta.red), karena sesuai aturan tidak ada biaya.dan setahu saya (Assesment) gratis mas, hanya sesuai aturan memang hak tersangka," tegas Kapolresta Banyuwangi.

Namun, Arman kembali menegaskan untuk oknum Polsek Glagah yang terlibat penyalahguna narkoba meskipun telah menjalani assesment tetap akan dilakukan proses di internal Polri.

"Oknum Polisi yang terlibat akan tetap diproses di internal kepolisian, meskipun sudah melakukan assasment. Jadi tetap diproses di internal," tegas Arman.

Diketahui, Unit Pidsus Satreskrim Polresta Banyuwangi beberapa waktu lalu telah menangkap tiga pengguna sabu.

Ketiga pelaku yaitu, MH selaku Kepala Desa Watukebo Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi yang merupakan kakak dari Politisi Partai Gerindra yang saat ini menjadi anggota DPR RI.

Pelaku kedua adalah WW, pria asal Licin yang kini menetap di Wongsorejo merupakan seorang pengusaha benih lobster.

WW sendiri pernah mengundang koleganya yang berasal dari institusi Polri datang ke Banyuwangi.

Kolega WW diketahui merupakan Jenderal Bintang Satu yang bertugas di Baharkam Polri.

Untuk pelaku yang terakhir adalah RS, oknum anggota polisi aktif yang berdinas di Polsek Glagah Banyuwangi.

Penangkapan ketiga pelaku tersebut berlangsung di salahsatu rumah yang berada di Kelurahan Kebalenan Kecamatan Banyuwangi kota.

Padahal sudah jelas, saat ketiga pelaku sedang berpesta sabu-sabu polisi menemukan barang bukti satu paket sabu-sabu yang diperkirakan beratnya 0.8 gram, bong dengan pipet kaca yang masih ada sisa sabu habis dipakai, dan senjata api.(Ags)