Loading...

Sex Melenceng, Puluhan Santri Dicabuli Guru Ngaji Hingga Berkali-kali

Jumat : 11 Juni 2021 : 18:31:46 Editor: Agustri Mustikaningtias
Sex Melenceng, Puluhan Santri Dicabuli Guru Ngaji Hingga Berkali-kali
Pelaku guru ngaji AH

SENTRALONE.ID | SIDOARJO - Seorang guru ngaji tega cabuli para santrinya ditempat yayasan yang ia naungi. Alhasil, guru ngaji berinisial AH tersebut harus berurusan dengan aparat hukum. Hal tersebut disampaikan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji saat digelar konferensi pers di halaman depan kantor Satreskrim Polresta Sidoarjo, Jumat (11/6/2021).

Dikatakannya, guru ngaji ini berhasil memperdaya para santrinya supaya memenuhi hasrat sex nya yang tidak normal. Bagaimana tidak? Seorang guru ngaji yang seharusnya membimbing atau mengajari hal yang benar kepada santrinya malah menjerumuskan.

"Apalagi si pelaku ini menyodomi santri laki-lakinya yang masih berusia dibawah 15 tahun," tandasnya.

Perlu diketahui, guru ngaji AH ini mempunyai yayasan atau tempat belajar ngaji di kawasan Sidoarjo Kota, dimana sekitar 26 santri (umur 5 hingga 14 tahun) tidur didalam lantaran berasal dari luar pulau. Tempat ngaji tersebut sudah berjalan sejak 2016 lalu dan awal perbuatan bejatnya juga dimulai pada tahun 2016 hingga tertangkap pada bulan Mei 2021, ujar Sumardji.

"Pelaku diketahui sudah berkeluarga dan telah memiliki dua anak. Tersangka AH mengaku telah melakukan tindak pencabulan terhadap anak di bawah umur sejak tahun 2016. Kejadian tersebut diketahui dari laporan salah satu saksi yang memberikan informasi kepada pihak Polresta Sidoarjo. Dan berdasarkan laporan ke polisi ada sekitar sepuluh anak yang jadi korban pencabulan," ungkap Kapolresta Sidoarjo.

Lanjut Sumardji, modus yang dilakukan tersangka yaitu mendatangi kamar para santrinya satu persatu untuk disodomi dengan mengancam agar perbuatannya tidak dilaporkan kepada orang lain. Tidak hanya sekali mendapat perlakuan tidak senonoh, namun setiap santri bisa disodomi hingga 5 kali.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 82 Undang-Undang 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda hingga Rp300 juta.(ty)

Berita Terkait