Loading...
Tim Kuasa Hukum: Saya No Comment

Sengketa Tanah, Istri Bos Djarum Diduga Kerahkan Massa Preman

Senin : 12 Juli 2021 : 13:05:03 Editor: Redaksi
Sengketa Tanah, Istri Bos Djarum Diduga Kerahkan Massa Preman
Lim Tji Tiong, S.H, M.Hum mendampingi Warsono dan korban ABF (tengah) sewaktu membuat laporan polisi dugaan penganiyaan anak dibawah umur ke SPKT Polrestabes Surabaya, Jumat (9/7/2021) sekitar pukul 21.30 WIB. Foto: dok/suaramandiri.com

SENTRAL ONE.ID | SURABAYA - Kasus sengketa tanah yang terletak di Jalan Puncak Permai Darmo Utara III antara Mulya Hadi ahli waris dari Radim P Warsiah dengan Widowati Hartono, berujung penganiayaan kepada ABF, anak dibawah umur, Jumat (9/7/2021) sekitar pukul 20.30 WIB.

Selanjutnya, atas peristiwa itu korban penganiayaan, yakni ABF dengan didampingi ayahnya, Warsono dan Lim Tji Tiong, S.H, M.Hum, selaku Penasihat Hukum (PH) dari Mulya Hadi lantas mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya pada Jumat (9/7/2021) sekitar pukul 21.30 WIB untuk membuat laporan polisi.

“ABF dipukuli dan handphone dirampas oleh beberapa orang tak dikenal yang diduga preman orang suruhan Widowati Hartono yang tak lain merupakan istri dari Bos Djarum Budi Hartono,” ungkap Lim, ketika dikonfirmasi, Senin (12/7/2021).

Sementara itu, ketika dikonfirmasi media ini, Tim Kuasa Hukum dari Widowati Hartono terkait dugaan kasus penganiayaan yang menyeret nama kliennya tersebut, melalui Tim Kuasa hukum yang diwakili oleh Sandi menyatakan, saat ini enggan berkomentar lebih jauh.

"Saya no comment atas pemberitaan tersebut", ujar Sandi ketika dikonfirmasi oleh sentralone.id via selulernya, Senin (12/7/2021).

Ia mengaku baru mengetahui pemberitaan tersebut dari rekan - rekan media lainnya.

"Saya baru mengetahui pemberitaan tersebut tadi sore dari rekan media juga", terang Sandi.

Sebelumnya, Kuasa Hukum ABF, Lim Tji Tiong menjelaskan ABF dianiaya waktu itu setelah mencoba merekam video kedatangan sekelompok massa tak dikenal yang diduga merupakan orang suruhan dari pihak Widowati Hartono. Dalam hal ini, ia menyayangkan tindakan main hakim sendiri itu, meski dirinya sudah mengatakan ini negara hukum, sehingga semuanya harus patuh pada hukum. (dik)