Loading...

Tambang Galian C di Desa Bedewang Terus Beroperasi, Ini Dampaknya

Selasa : 14 September 2021 : 11:19:31 Editor: Heri Setiawan
Tambang Galian C di Desa Bedewang Terus Beroperasi, Ini Dampaknya
Aliran sungai di Desa Bedewang berubah jadi coklat, diduga akibat dampak dari praktik tambang galian C.

SENTRAL ONE.ID | BANYUWANGI - Dampak dari praktik tambang galian C di Desa Bedewang, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi terus berlanjut.

Dari pantauan di lokasi, Selasa (14/9/2021) aliran sungai yang melintasi lahan pertanian warga berwarna kecoklatan.

Berubahnya air sungai itu diduga berasal dari pencucian material pasir di lokasi tambang galian C yang kebetulan berada di lahan pertanian produktif.

Dari empat tambang yang ada di Desa Bedewang, masih ada dua tambang yang melakukan aktifitas.

Satu milik penambang SL, yang menggunakan ijin usaha pertambangan atas nama PT AMS, dan satu lagi penambang inisial AW yang diduga belum memiliki ijin usaha pertambangan.

Beberapa waktu lalu, Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu menyatakan akan memerintahkan Kasat Reskrim untuk segera menindaklanjuti aktifitas tambang di Desa Bedewang yang diduga tidak memiliki ijin usaha pertambangan alias ilegal.

Namun faktanya, hingga saat ini masih ada satu kegiatan penambang yang diduga ilegal masih beroperasi.

Salah satu masyarakat Desa Bedewang kepada media ini mengatakan bahwa tambang yang diduga tidak memiliki ijin itu tetap beroperasi meski mendapat penolakan oleh sebagian warga dan itu dikelola oleh kelompok masyarakat (Pokmas) Desa Bedewang.

"Katanya sih yang ngelola Pokmas mas, tapi ga tahu benar apa tidaknya," kata salah satu warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Selasa (14/9/2021).

Ia menambahkan, tambang yang diduga dikelola atas nama Pokmas Bedewang itu sering melanggar kesepakatan, seperti tetap beroperasi pada setiap hari Jumat, dan kadang beroperasi hingga dinihari.

"Sering sekali melanggar kesepakatan mas, seperti tetap beroperasi di hari Jumat. Padahal kesepakatan dulu kan kalau hari Jumat harus libur, bahkan sering kali buka hingga pukul 02.00," bebernya.

Masih menurut warga Bedewang lainnya, menyebutkan sebenarnya warga tidak keberatan dengan adanya praktik tambang atas galian C tersebut. Hanya saja yang disayangkan, yaitu penambang tersebut tidak ada perhatian dengan kondisi lingkungan yang rusak akibat dari galian.

"Warga sini sebenarnya enak kok mas, ketimbang warga di Desa lain. Hanya saja para penambang kurang perhatian kepada warga, seperti jalan yang rusak karena seringnya dilalui truk pengangkut pasir, belum lagi berdebu karena tidak adanya penyiraman jalan yang seharusnya dilakukan setiap hari sewaktu melintas," katanya. (gus)