Loading...

AKBP Nasrun Jelaskan Kronologi Pengungkapan Kasus Rp 3,8 M Uang Palsu

Kamis : 07 Oktober 2021 : 12:55:00 Editor: Redaksi
AKBP Nasrun Jelaskan Kronologi Pengungkapan Kasus Rp 3,8 M Uang Palsu
Barang bukti uang palsu senilai hampir Rp. 3,8 Miliar yang berhasil diamankan Satreskrim Polresta Banyuwangi dibantu Ditreskrimum Polda Jatim

SENTRALONE.ID | SURABAYA - Satreskrim Polresta Banyuwangi dibantu Ditreskrimum Polda Jatim berhasil membongkar sindikat pengedar uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

Dari ungkap kasus itu, Polisi mengamankan lima pelaku dengan barang bukti 37.371 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu dengan total hampir mencapai Rp. 3,8 Miliar.

Kapolresta Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu menjelaskan bahwa pengungkapan kasus itu bermula ketika Satreskrim Polresta Banyuwangi mengamankan salah satu pelaku pengedar uang palsu inisial ASP alias Pak So di Rest Area Pom Bensin Kalibaru, Banyuwangi, pada 16 September 2021 lalu.

"Awalnya kami mengamankan salah satu tersangka ASP di Rest Area Pom Bensin Kalibaru, dan mengamankan barang bukti uang palsu pecahan Rp. 100 ribu sebanyak 71 lembar," kata Nasrun ketika konferensi pers di Mapolda Jatim, Kamis (7/10/2021).

Nasrun menjelaskan, dari penangkapan Pak So, pihaknya terus melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan satu pelaku lagi inisial AAP di rumahnya di daerah Nganjuk.

"Dari pengakuan tersangka ASP, dia mendapatkan uang itu dari tersangka AAP yang berasal dari Nganjuk, kemudian pada tanggal 28 September 2021, sekira pukul 16.00 WIB, kami dibantu Jatanras Polda Jatim berhasil mengamankan tersangka AAP di rumahnya dan berhasil menemukan dua tas ransel berisi uang palsu senila Rp. 1 juta," terang Nasrun.

Tak berhenti disitu, Polisi terus melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan satu pelaku lagi inisial AUW di daerah Mojokerto.

"Pengakuan tersangka AAP, bahwa upal itu ia dapat dari tersangka lain yakni, AUW yang ada di Mojokerto, kemudian pada tanggal 29 September 2021, sekira pukul 01.0 WIB, kami berhasil mengamankan tersangka AUW, dengan mengamankan barang bukti 300 lembar pecahan Rp 100 ribu dengan nilai Rp 30 juta," terang mantan Wadirreskrimum Polda Jatim itu.

Nasrun menambahkan, dari keterangan yang diperoleh dari pelaku AUW, petugas kembali mengantongi dua pelaku lain, yaitu inisial AS, dan JS.

"Kita peroleh keterangan kembali, bahwa uang palsu tersebut dia dapat dari seseorang inisial AS, dan JS," ujarnya.

"Para pelaku ini sudah menjalankan aksinya mulai 10 bulan terakhir, sampai saat ini anggota masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut," imbuh Nasrun.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menambahkan dari pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti diantaranya, uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak 37.371 lembar.

"Dari ungkap kasus ini kami berhasil mengamankan uang palsu pecaham Rp. 100 ribu dengan nilai mencapai Rp 3,8 Miliar, satu unit laptop, printer, tinta warna merah, alat untuk mencetak uang serta alat potong kertas," kata Gatot.

Gatot menambahkan bahwa kelima pelaku juga terancam hukuman hingga 10 tahun penjara.

"Kelima tersangka akan dikenakan Pasal 36 Ayat (2) Juncto Pasal 26 Ayat (2) atau Pasal 36 Ayat (3) Juncto Pasal 26 Ayat (3) Undang Undang RI Nomor 7 Tahun 2011, tentang mata uang, dengan ancaman pidana 10 tahun penjara atau denda 10 miliar," tukas Gatot.(gus)