Loading...

91 SPBU Nakal Ditindak, Salurkan Solar Subsidi Tak Sesuai Regulasi

Minggu : 17 Oktober 2021 : 01:23:19 Editor: Redaksi
91 SPBU Nakal Ditindak, Salurkan Solar Subsidi Tak Sesuai Regulasi
Ilustrasi SPBU. Foto/Ist.

SENTRALONE.ID | JAKARTA - Sebanyak 91 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nakal ditindak oleh Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero).

Penindakan itu dilakukan PT Pertamina karena penyaluran Solar Subsidi di 91 SPBU itu tidak sesuai regulasi yang ditetapkan.

Jumlah tersebut merupakan SPBU di seluruh Indonesia.

Adapun SPBU yang ditindak adalah sebagai berikut, Delapan SPBU di wilayah Regional Sumatera Bagian Utara, 12 SPBU di Regional Sumatera Bagian Selatan, 14 SPBU di Regional Jawa Bagian Barat, 26 SPBU di Regional Jawa Bagian Tengah, enam SPBU di Regional Jawa Timur, Bali & Nusa Tenggara, 12 SPBU di Regional Kalimantan, Enam SPBU di Regional Sulawesi, dan tujuh SPBU di Regional Papua Maluku.

Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) Irto Ginting menjelaskan bahwa penindakan ini adalah bukti komitmen menjaga amanah pemerintah dalam menyalurkan Solar Subsidi secara tepat sasaran.

Irto mengatakan ada beberapa alasan penindakannya antara lain adalah penyaluran Solar Subsidi tidak sesuai regulasi Perpres 191/2014, pengisian Solar Subsidi dengan jerigen tanpa surat rekomendasi, pengisian ke kendaraan modifikasi, penyelewengan pencatatan/administrasi, dan melayani pengisian atau transaksi diatas 200 liter.

"Sanksi diberikan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan dengan baik,” kata Irto melalui rilis, Sabtu (16/10/2021).

Ia mengatakan, ke 91 SPBU itu ditindak karena terbukti melakukan pelanggaran hingga Oktober 2021.

"Saat ini tindakan yang kami ambil adalah penghentian pasokan atau penutupan sementara SPBU serta penagihan selisih harga jual Solar Subsidi sesuai harga keekonomiannya," kata dia.

Pertamina menurut Irto akan terus memonitor dan berkoordinasi dengan aparat serta seluruh stakeholder dalam melakukan pemantauan di lapangan.

"Kami tidak ragu-ragu memberikan sanksi tegas kepada SPBU nakal," tegas Irto.

Pertamina juga melakukan pemantauan secara real time Informasi terkait stok dan proses melalui sistem digitalisasi di Pertamina Integrated Command Centre (PICC).

Hal itu untuk memastikan penyaluran terjadi sesuai dengan aturan.

Irto menambahkan, masyarakat yang memiliki informasi dan melihat adanya indikasi penyelewengan penyaluran Solar Subsidi juga dapat langsung melaporkannya ke aparat yang berwenang serta ke Pertamina Call Center (PCC) 135.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari masyarakat, media, dan seluruh stakeholder. Ini adalah bentuk sinergi yang baik, dan bersamasama kita dapat mewujudkan penyaluran Solar Subsidi yang tepat sasaran," terang Irto.(*)