Loading...

Satreskrim Polresta Banyuwangi Ringkus Sindikat Ganjal Mesin ATM

Selasa : 14 Desember 2021 : 12:15:23 Editor: Redaksi
Satreskrim Polresta Banyuwangi Ringkus Sindikat Ganjal Mesin ATM
Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu menunjukan barang bukti yang diamankan dari sindikat ganjal mesin ATM lintas Provinsi.

SENTRALONE.ID | BANYUWANGI - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi berhasil mengamankan sindikat pelaku pencurian dengan modus ganjal mesin ATM.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu menyampaikan bahwa dari hasil penyelidikan dan penyidikan diketahui sindikat pelaku pencurian dengan modus ganjal mesin ATM (lintas provinsi) ini mulai melakukan aksinya sejak awal tahun 2020.

Sasaran pelaku menurut Nasrun yaitu ATM Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, dan Bank CIMB Niaga.

"Para pelaku ini mulai beraksi sejak awal tahun 2020, dan untuk TKP-nya ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (2 TKP Mataram), Provinsi Jawa Timur (1 TKP Jombang, 2 TKP Banyuwangi, 2 TKP Kota Malang, 1 TKP Kota Batu), Provinsi Jawa Barat (4 TKP Bekasi, 3 TKP Bogor) dan DKI Jakarta (1 TKP Jakarta Utara)," kata AKBP Nasrun Pasaribu ketika menggelar konferensi pers di Mapolresta Banyuwangi, Selasa (14/12/2021).

Pengungkapan ini menurut Nasrun berkat kerja keras Tim Unit IV Satreskrim Polresta Banyuwangi yang melakukan pengejaran para sindikat pengganjal ATM lintas Provinsi ini hingga ke Malang.

Hasilnya, Polisi mengamankan tiga pelaku, yaitu FJS, (28) asal Dusun Sukaraja, Desa Sukaraja, Kecamatan Buay Sandang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan, AS, (48), asal Padurenan, Desa Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, dan CA (32) asal Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan.

"Ketiganya diamankan saat berada dalam sebuah rumah di Kelurahan Bumiayu Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa alat ganjal mesin ATM beserta sarana yang digunakan pada saat melakukan aksi kejahatan,” papar Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun.

AKBP Nasrun menjelaskan bahwa pelaku FJS berperan sebagai eksekutor (kapten) dengan cara membagi tugas di lapangan, memasang sticker nomor data call center palsu, memasang plat mika di slot kartu ATM dan mengambil kartu ATM korban setelah tertelan.

Sedangkan pelaku AS dan CA berperan ketika kartu ATM korban tertelan, kemudian berpura-pura menawarkan bantuan, selanjutnya mengarahkan untuk menghubungi call center palsu yang mereka pasang.

Selain ketiga orang pelaku tersebut di atas Satreskrim telah menerbitkan DPO atas inisial YA, dan DPO RD keduanya berperan sebagai operator call center palsu dalam meminta data korban berupa nama lengkap ibu, email, tempat tanggal lahir, nomor handphone dan nomor Pin rekening.

Untuk TKP yang berada di Banyuwangi, Nasrun menerangkan bahwa ada dua TKP, yaitu ATM Bank BRI depan Kodim Banyuwangi Jalan R.A Kartini, Kepatihan, Kabupaten Banyuwangi dengan total penarikan uang sebesar Rp. 10 Juta, dan gerai mesin ATM Bank BNI depan swalayan Roxy Banyuwangi, dengan total penarikan uang sebesar Rp. 5.900.000.

Dari para pelaku berhasil diamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam bernopol F-5856-FCT, satu unit sepeda motor Yamaha N-Nmax warna abu-abu bernopol DK-5620-ABA, dua pasang plat nomor dengan nopol N-2360-FJS dan N-8060-JS, satu buah potongan gergaji besi, satu buah obeng, satu botol kecil lem merk dextone, satu gulung double tape, empat potongan plastik (dari bekas botol air minum aqua), empat buah kartu Atm Bank BRI, satu buah kartu ATM Bank BTN, satu buah kartu ATM Bank BNI, satu buah kartu ATM Bank Mandiri, satu buah handphone merk Nokia, satu buah handphone merk Samsung dan satu buah handphone merk Redmi -7.

“Para pelaku dijerat dengan UU ITE dan KUHP sebagaimana dimaksud dalam pasal 51 ayat (2) jo pasal 36 UU No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE, atau pasal 363 KUHPidana atau pasal 378 KUHPidana,” tutup Kapolresta Banyuwangi. (Ags)