Loading...

Sengketa HGU di Pakel, LBH Surabaya Sesalkan Tindakan Represif Aparat

Jumat : 14 Januari 2022 : 19:37:46 Editor: Heri Setiawan
Sengketa HGU di Pakel, LBH Surabaya Sesalkan Tindakan Represif Aparat
Foto tangkapan layar video yang beredar di grup whatsapp korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polresta Banyuwangi.

SENTRALONE.ID | BANYUWANGI - Beredar pesan di grup whatsapp terkait dugaan oknum anggota Polresta Banyuwangi yang melakukan penganiayaan kepada warga Pakel, Licin, Banyuwangi pada Kamis (13/1/2022).

Penganiayaan itu diduga terkait sengketa lahan Hak Guna Usaha (HGU) antara warga Pakel dengan PT Bumi Sari.

Soleh dari LBH Surabaya mengecam tindakan represif yang dilakukan oleh anggota Polresta Banyuwangi.

"Tindakan ini mencerminkan masih adanya tindakan sewenang-wenang anggota Polri," kata Soleh melalui pesan whatsapp-nya, Jumat (14/1/2022).

Soleh mengatakan bahwa selaku tim Advokasi warga Pakel, pihaknya sudah melakukan pengaduan ke Komnas Ham terkait tindakan represif yang dilakukan oleh Oknum Anggota kepolisian Polresta Banyuwangi.

"Kami meminta agar Komnas Ham segera melakukan investigasi terkait insiden ini. Selanjutnya kami juga akan menempuh upaya hukum lain," tegasnya.

Dihubungi terpisah, pada Jumat (14/1/2022) melalui pesan whatsapp-nya, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Nasrun Pasaribu, hingga berita ini diturunkan belum menjawab konfirmasi wartawan terkait insiden tersebut.

Diketahui, beredar pesan di grup whatsapp wartawan Banyuwangi yang menyatakan bahwa pada Kamis (14/1/2022) malam sekitar pukul 24.00 WIB, warga Pakel, Licin, Banyuwangi memberikan informasi kepada LBH Surabaya dan WALHI Jawa Timur bahwa puluhan oknum Polisi dari Polresta Banyuwangi memasuki lahan perjuangan mereka.

Lantas, oknum aparat diduga dari Polresta Banyuwangi melakukan penyerangan dan pemukulan terhadap warga dan tim solidaritas.

Bahkan warga menambahkan ada suara rentetan tembakan.

"Hingga detik ini (pukul 00.30 WIB, Jumat), kami sedang berupaya berkordinasi dan melakukan sejumlah pendalaman informasi, dan 2 advokasi".

Masih mengutip isi pesan whatsapp yang beredar, Patut diketahui, warga Pakel telah melakukan aksi pendudukan lahan kembali di lahan leluhur mereka yang dirampas oleh PT Bumi Sari sejak 24 September 2020 hingga detik ini.

Namun dalam perjalanannya, aksi itu terus direpresi oleh Polres Banyuwangi.

"Kami mencatat ada 13 warga Pakel yang telah menjadi korban kriminalisasi sepanjang 2 tahun terakhir perjuangan mereka".

Dalam pesan itu, juga meminta agar informasi tersebut disebarluaskan agar terdengar hingga ke Komnas HAM dan Menteri ATR/BPN.

Mereka juga menuntut agar HGU PT Bumi Sari dicabut, mendesak Komnas HAM untuk segera melakukan investigasi lapangan atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Polres Banyuwangi, serta meminta Kapolri mencopot dan memecat Kapoolresta Banyuwangi.(ags)