Loading...

Tunggu Keputusan Gubernur, Eks Penganut Syiah Sampang Tak Bisa Pulang

Sabtu : 15 Januari 2022 : 17:41:22 Editor: Heri Setiawan
Tunggu Keputusan Gubernur, Eks Penganut Syiah Sampang Tak Bisa Pulang
Eks penganut syiah Sampang yang mengungsi di Sidoarjo. Foto/Ist

SENTRALONE.ID | SAMPANG - Pemulangan mantan penganut Syiah Sampang yang mengungsi di Sidoarjo kembali terhambat.

Pemulangan menunggu keputusan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Tidak hanya cepat atau tidaknya realisasi pemulangan, adapun tempat tinggal dan pekerjaan mereka juga akan diperjuangkan.

Sebab, dari sekitar 25 KK yang akan dipulangkan pada kloter pertama tersebut, hanya sebagian yang rampung membangun rumah di kampung halamannya, tepatnya di Desa Blu'uran dan Desa Karanggayam.

Bupati Sampang Slamet Junaidi mengatakan, bahwa saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) atas nasib para mantan penganut Syiah nantinya setelah tiba di Kota Bahari.

Dalam hal ini, pihaknya meminta bantuan kepada Pemprov Jatim untuk menyiapkan perumahan atau Rumah Layak Huni (RLH) bagi mereka.

Namun, masih belum ada kepastian, mengingat jawaban atas bantuan RLH belum dilayangkan oleh Pemprov Jatim.

"Jika Pemprov Jatim masih menarik ulur, maka kami siap mengambil seluruhnya, kami pun siap menggunakan dana pribadi demi nasib warga kita," ujarnya Sabtu (15/1/2021).

Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta bantuan agar warga mantan penganut Syiah diakomodir untuk dicarikan pekerjaan, misal didistribusikan ke pabrik atau lapangan pekerjaan lainnya.

"Misalkan per KK, satu atau dua orang ditarik untuk memperoleh pekerjaan agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari," terang pria yang akrab disapa Haji Idi itu.

Lebih lanjut, terkait target dalam pemulangan mantan penganut Syiah ini, pihaknya menginginkan semua warga yang saat ini mengungsi di Rusun Jemundo, Sidoarjo dapat dipulangkan semua melalui koordinasi dengan para ulama di Sampang.

Akan tetapi, sementara ini pihaknya akan fokus terlebih dahulu ke pemulangan tahap pertama, sekitar 25 KK.(*)