Loading...

7 Komplotan Pencuri Kabel Telkom Diringkus Polda Jatim, Satu Tewas

Selasa : 18 Januari 2022 : 15:53:25 Editor: Redaksi
7 Komplotan Pencuri Kabel Telkom Diringkus Polda Jatim, Satu Tewas
Subdit III Jatanras Polda Jatim meringkus sindikat pencuri kabel telkom. Dari tujuh pelaku yang ditangkap, satu di antaranya tewas ditembak mati petugas. Foto: sentralone.id

SENTRAL ONE.ID | SURABAYA - Tujuh komplotan spesialis pencurian kabel Telkom diringkus Subdit III Jatanras Polda Jatim. 

Satu dari tujuh pelaku tewas pada waktu penyergapan karena melawan petugas. 

Para pelaku adalah Hendrik S (28), Andriyanto (25), dan YS (meninggal). Ketiganya asal Way Kanang Lampung.

Kemudian, Yudi MS (33) warga Jakarta Timur, Qirah Harahap (38) asal Bogor, Eko Budiarto (EB) dari Banjarnegara Jateng, dan M Sahroni (30) beralamat Bekasi.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan kasus tersebut terungkap berawal dari laporan hilangnya kabel Telkom di wilayah Sidoarjo.

“Tim Jatanras melakukan serangkaian penyelidikan dan pada Selasa, 11 Januari jam 12 malam menemukan beberapa kendaraan yang dicurigai melakukan pencurian kabel,” terang Gatot saat konferensi pers di Mapolda Jatim, Selasa (18/1).

Kemudian, Tim Subdit III Jatanras melakukan penyergapan terhadap para pelaku tersebut. Saat proses pengejaran, pelaku melawan dengan cara menabrak mobil petugas beberapa kali.

“Kami sempat melakukan tembakan peringatan, tetapi tak dihiraukan. Tindakan terukur terpaksa kami lakukan dan menyebabkan tersangka YS meninggal,” bebernya.

Mantan Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya itu menyebut kalau para pencuri kabel tersebut adalah sindikat asal Lampung.

Aksi mereka ternyata tidak hanya dilakukan di Sidoarjo saja.

Lebih lanjut, Wadirreskrimum Polda Jatim, AKBP Ronald A. Purbo, menambahkan, modus yang digunakan komplotan sindikat ini sangat unik yakni menyamar seolah-olah pekerja Telkom.

"Mereka ini paham betul cara menarik kabel dari dalam tanah. Kabel ini harganya cukup mahal bila diuangkan harganya mencapai sekitar 200 juta lebih ketika dijual dengan panjang 2 meter," kata Ronald.

Ronald atas hal ini mengapresiasi kinerja anggotanya karena perbuatan para tersangka ini dapat mengganggu jaringan komunikasi dari penggunanya.

“Mereka sudah beraksi beberapa kali di daerah Jateng dan beberapa wilayah di Jatim,” imbuh Ronald.

Barang bukti yang diamankan dari pencurian itu, berupa tujuh alat pemotong kabel, linggis, palu, gunting, seragam seolah-olah pegawai telkom, rompi petugas, dua truk, dan dua mobil jenis Xenia dan Avanza. 

Kini, enam pelaku yang masih hidup dijerat Pasal 363 tentang Pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. (dik)