Loading...

WBP Lapas Porong Sebar Hoax, Krismono: Napi Gak Boleh Pegang HP

Rabu : 20 Januari 2021 : 19:42:02 Editor: Heri Setiawan
WBP Lapas Porong Sebar Hoax, Krismono: Napi Gak Boleh Pegang HP
Kakanwil Kemenkumham Jatim, Krismono. Foto: Dok, Humas Kanwil Kemenkumham Jatim

SENTRALONE.ID | SURABAYA - Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono angkat bicara terkait pelaku penyebar berita hoaks meninggalnya Kasdim 0817/Gresik yang disebabkan oleh Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh Tri Setyo.

Diketahui, Tri Setyo merupakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Klas I Surabaya, kasus pembunuhan.

Atas kejadian tersebut, Krismono menegaskan bahwa Warga Binaan Pemasyarakat (WBP) atau Narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan manapun tidak diperbolehkan untuk menggunakan HP.

Bahkan, Krismono menyatakan akan memberikan sanksi kepada Napi yang kedapatan memegang HP.

"Napi gak boleh pegang HP mas, kalau ditemukan akan diberi sanksi," kata Kakanwil Kemenkumham Jatim, Krismono kepada sentralone.id melalui pesan whatsapp-nya, Rabu (20/1/2021).

Mantan Kakanwil Kemenkumham DIY itu juga menegaskan bahwa pihaknya telah menargetkan pada tahun 2021, seluruh Lembaga Pemasyarakatan di Jatim sudah tidak ada lagi narkoba dan HP yang beredar di Lembaga Pemasyarakatan.

"Target kami tahun 2021 zero HP dan Narkoba," tegas Krismono.

Terkait kasus penghuni Lapas Klas I Surabaya sebagai pelaku penyebar hoax yang diamankan Satreskrim Polres Gresik dan Tim Siber Polda Jatim, Krismono menyatakan bahwa di Lapas Porong sudah dilakukan penggeledahan secara rutin setiap tiga hari sekali.

"Di Lapas Porong sudah dilaksanakan penggeledahan secara rutin 2 kali dalam seminggu," ungkap Krismono.

Ditanya terkait apakah ada sanksi yang diberikan kepada petugas atau WBP jika ketahuan memegang HP, Krismono mengatakan bahwa tentu ada sanksi bagi petugas yang kedapatan memfasilitasi HP ke WBP.

"Kalau ada petugas yang memfasilitasi hp ke napi diberi sanksi berat mas. Demikian juga kalau ada napi yang pegang HP di dalam lapas juga kena sanksi berat," ujar Krismono.

Krismono menerangkan bahwa sebenarnya sudah banyak kasus WBP yang kedapatan memegang HP. Dan sanksi yang diberikan juga sangat tegas.

"Sudah banyak mas (WBP kedapatan pegang HP.red). Kalau napi langsung disel. Kalau sanksi untuk petugas yang memfasilitasi akan dipindah tugasnya. Biasanya kami tarik ke Kanwil untuk dilakukan pembinaan," pungkas Krismono.

Sebelumnya diberitakan, Satreskrim Polres Gresik bersama Tim Siber Polda Jatim melakukan pengungkapan kasus penyebaran berita hoaks Kasdim 0817/Gresik meninggal dunia setelah menerima vaksin sinovac.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap pelaku penyebar berita hoaks yang sangat meresahkan masyarakat.

Ternyata, pelaku merupakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Klas I Surabaya (Lapas Porong) atas kasus pembunuhan.

Polisi saat ini masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.(her)