Loading...

Tertipu Bisnis Pakan Babi, Warga Aliyan Laporan di Polsek Rogojampi

Kamis : 11 Maret 2021 : 21:31:59 Editor: Heri Setiawan
Tertipu Bisnis Pakan Babi, Warga Aliyan Laporan di Polsek Rogojampi
Foto ilustrasi penipuan.

SENTRALONE.ID | BANYUWANGI - Nasib Nahas dialami Sapi'i Warga Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi.

Dia menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh temannya sendiri inisial SG warga Desa Sukonatar Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi.

Kronologi dugaan penipuan itu bermula ketika Sapi'i diajak kerjasama dengan SG bisnis pengiriman Katul untuk pakan ternak babi di Pulau Bali.

Dalam kerjasama itu, Sapi'i diminta mengeluarkan modal sebesar Rp. 10 juta dengan iming-iming keuntungan Rp. 700 ribu untuk sekali pengiriman katul.

"Awalnya saya diajak kerjasama oleh SG untuk pengiriman katul ke Bali. Waktu itu saya diminta menyerahkan uang Rp. 10 juta. Dan saya menyerahkan uang itu dua kali, pertama tanggal 12 Juni 2020 sebesar Rp. 5 juta, dan pada tanggal 15 Juni 2020 saya menyerahkan lagi uang sebesar Rp. 5 juta. Dengan perjanjian setiap satu kali pengiriman katul saya diberi keuntungan Rp. 700 ribu," kata Sapi'i ditemui dirumahnya, Kamis (11/3/2021).

Namun, setelah 14 hari menyerahkan uang ke SG, Sapi'i mengaku tidak bisa menghubungi SG.

Merasa menjadi korban penipuan, Sapi'i melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Rogojampi pada 22 September 2020 lalu.

Dengan nomor : STTLP/179/IX/2020/Resta Bwi/Sek Rogojampi tertanggal 22 September 2020.

Dalam laporan itu, Sapi'i melaporkan SG karena dirasa telah menipu dirinya.

Namun, hingga saat ini, Polsek Rogojampi belum berhasil mengamankan terlapor SG.

"Sampai saat ini Polsek Rogojampi belum bisa mengamankan SG mas. Padahal saya dengar dari tetangganya SG dua bulan yang lalu ada dirumahnya," ucap Sapi'i.

Sementara itu, Kapolek Rogojampi, Kompol Sudarsono membenarkan adanya laporan tersebut.

Kompol Sudarsono menerangkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait keberadaan terlapor SG.

"Kita menunggu SG untuk diperiksa dan keberadaannya masih dalam penyelidikan," terang Kompol Sudarsono, Rabu kemarin.(ags)

Berita Terkait