Loading...
KHR Ali Badri Zaini

Jelang Ramadhan, Kapolda Jatim Silaturahmi Dengan Auma dan Autada

Selasa : 30 Maret 2021 : 19:26:53 Editor: Heri Setiawan
Jelang Ramadhan, Kapolda Jatim Silaturahmi Dengan Auma dan Autada
Kapolda Jatim ketika menerima silaturahmi Aliansi Ulama Madura (Auma) dan Aliansi Ulama Tapal Kuda (Autada) di Mapolda Jatim, Selasa (30/3/2021).

SENTRALONE.ID | SURABAYA - Menyambut datangnya bulan suci ramadan 1442 H/ 2021 M, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, menjalin silaturahmi dengan Aliansi Ulama Madura (AUMA) dan Aliansi Ulama Tapal Kuda (AUTADA), di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Selasa, (30/3/2021).

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi diantara Kepolisian Jawa Timur, dengan para ulama Tapal Kuda dan ulama Madura, khususnya di Jawa Timur.

Ketua Auma KH. Kharrar Shinhaji, mengatakan, para ulama yang tergabung dalam Auma dan Autada ini juga mengutuk keras tindakan terorisme yang terjadi di Makassar, dan meminta Polri untuk segera menangkap para komplotannya.

"Mengutuk keras tindakan terorisme di Makassar, dan meminta Polri untuk mengusut tuntas, bukan hanya pelakunya saja, tetapi juga para komplotan terorisme lainnya," tegas Ketua Auma KH. Kharrar Shinhaji.

Lebih lanjut, KH. Kharrar menambahkan, ulama dan pendukungnya adalah mitra pemerintah dan masyarakat, oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada pejabat atau pemerintah agar segala permasalahan bangsa dapat diselesaikan dengan diskusi atau dialog, agar bangsa ini damai dan tentram.

KHR. M. Jupri Zaini (kiri) bersama para Aliansi Ulama Madura (AUMA) dan Aliansi Ulama Tapal Kuda (AUTADA), di gedung Mahameru Mapolda Jatim, Selasa, (30/3/2021).

Wakil Ketua I Autada, KH. Maksum Tirmidzi juga berpesan, agar pada ketika bulan suci ramadan nanti tidak ada pembatasan atau melarang umat Islam untuk beribadah di Masjid.

"Agar selama bulan suci ramadhan tidak membatasi atau melarang umat Islam untuk beribadah di Masjid dan surau-surau, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan," tandasnya.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, menyadari betul bahwa permasalahan yang terjadi di Indonesia, berpengaruh pada Jawa Timur, perubahan-perubahan yang terjadi di dunia, berpengaruh di Indonesia.

"Tugas polri sudah jelas, yang pertama memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Yang kedua, melindungi mengayomi dan melayani masyarakat. Yang ke tiga, melakukan penegakan hukum," pungkasnya.

Kapolda juga menambahkan, dirinya harus melakukan komunikasi dengan para tokoh ulama yang ada di seluruh Jawa Timur, agar dapat mengemban tugas pokok Polri dengan baik.

"Sehingga keselamatan serta ketentraman masyarakat itu menjadi bagian lebih penting, keselamatan rakyat merupakan hukum yang tertinggi," jelas Jenderal bintang dua asli Surabaya ini. (*)